Kenali Cara Penularan Dan Pencegahan HIV/AIDS

No Comments
Kenali Cara Penularan Dan Pencegahan HIV/AIDS

Cara Penularan Dan Pencegahan HIV/AIDS, Riuzinfo.com
- HIV merupakan singkatan dari Human Immunodeficiency Virus, virus yang dapat memperlemah kekebalan tubuh manusia. Orang yang sudah terkena virus HIV ini akan menjadi mudah atau rentan terinfeksi oportunistik atau mudah sekali terkena tumor. Walaupun penanganan yang telah dilakukan dapat memperlambat kecepatan perkembangan virus HIV, namun penyakit HIV ini belum sepenuhnya bisa disembuhkan.

Seperti yang saya katakan diatas tadi bahwa HIV ini memang masih belum bisa untuk disembuhkan, akan tetapi ada pengobatan yang juga bisa digunakan tetapi hanya untuk memperlambat perkembangan virus HIV saja. Pengobatan semacam ini juga akan mampu membuat penderitanya bisa hidup lebih lama lagi, sehingga bisa menjalani hidupnya dengan normal seperti biasanya.

Dengan mengetahui atau diagnosis HIV sejak dini dan dengan penanganan yang efektif, maka besar kemungkinan pengidap HIV ii tidak akan lebih parah atau berubah menjadi AIDS. Karena AIDS merupakan stadium akhir (sudah parah) dari infeksi virus HIV. Pada tahap AIDS ini, kemampuan tubuh kita melemah untuk melawan infeksi virus tersebut, jadi sudah tidak mungkin untuk bisa memperlambat laju virus tersebut.
Baca Juga : Kenali Gejala Tekanan Darah Rendah

Ciri-Ciri Atau Gejala Terkena HIV

Untuk mengetahui gejala atau ciri-ciri terkena HIV, ada baiknya Anda mengetahui terlebih dahulu perbedaan antara HIV dengan AIDS yang sudah saya jelaskan diatas tadi. HIV merupakan virus yang menjangkiti tubuh kita. Infeksi HIV pada tubuh manusia yang baru pada umumnya tidak terlihat atau menimbulkan gejala yang mengganggu kesehatan hidup seseorang, dengan arti lain tidak membuat penderita HIV harus berobat ke dokter atau ke rumah sakit. Virus HIV yang sudah masuk ke dalam tubuh kita memulaiproses berkembang, bereplikasi dan secara perlahan akan melumpuhkan imunitas tubuh kita.

Menurut data statistik, virus HIV ini membutuhkan waktu yang cukup lama yakni 10 tahun (rata-rata waktu) untuk mengambil alih sepenuhnya fungsi pertahanan tubuh seseorang. Saat seperti inilah yan membuat penderitanya masuk ke tahap penyakit AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome) dan pada waktu inilah penyakit ini menimbulkan banyak gejala yang menyiksa penderitanya.

Berikut ini adalah beberapa ciri-ciri orang terkena HIV yang dapat terjadi pada waktu 3-6 minggu pasca infeksi virus HIV, ini merupakan gejala yang umum terjadi :
  • Sering terjadi demam
  • Nyeri pada tenggorokan dan sering batuk
  • Mengalami pembesaran kelenjar (misalnya di leher, ketiak atau selangkangan)
  • Terasa nyeri pada kepala
  • Tulang dan otot terasa nyeri atau sering pegal
  • Mudah sekali merasa lelah, letih dan juga lesu
  • mengalami penurunan berat badan secara perlahan
  • Nafsu makan berkurang
  • Sering merasa mual, mau muntah
  • Sering terjadi diare
  • Munculnya ruam kemerahan pada permukaan kulit
  • Luka atau semacam kudis pada organ intim
  • Sering terjadi luka pada mulut (misalnya sariawan)

Cara Penularan HIV

Untuk kebanyakan berbagai kasus HIV atau AIDS khususnya di Indonesia, penularan HIV disebabkan karena pemakaian narkoba yakni melalui jarum suntik yang dipakai secara bergantian dan tidak steril, dan juga karena sex bebas tanpa menggunakan alat pengaman seperti kondom. Meskipun secara medis penyakit HIV / AIDS ini belum diketahui secara jelas atau pasti akan obat yang benar-benar mampu menyembuhkannya, namun dengan cara memperlakukan secara baik atau bijak penderita HIV / AIDS di lingkungan sosial merupakan hal yang sangat positif karena dapat membantu atau membuat psikologis penderita tidak semakin terpuruk. Cara Penularan HIV Pada Umumnya :
  • Melalui darah, contohnya saat melakukan tranfusi darah, atau terkena darah HIV positiv pada kulit yang yang ada luka, atau bisa juga melalui jarum suntik, dsb.
  • Melalui cairan semen atau air mani (sperma). Contohnya, seorang laki-laki melakukan hubungan badan atau sex dengan pasangannya tanpa memakai kondom atau pengaman, melakukan oral sex, dsb.
  • Melalui cairan vagina pada perempuan. Contohnya, perempuan yang melakukan sex pada pasangannya tanpa kondom atau pengaman, atau sering pinjam-menminjam alat-alat bantu seks, bisa juga dengan melakukan oral sex, dsb.
  • Melalui ASI. Contohnya, bayi yang meminum ASI dari ibunya yang sudah terkena HIV Positiv, atau laki-laki meminum ASI pasangannya, dsb.
Dalam melakukan sekali saja hubungan sex secara tidak aman atau tanpa kondom dengan orang yang sudah terinfeksi HIV, dapat juga terjadi penularan. Meskipun secara statistik, kemungkinannya hanya berkisar antara 0,1% sampai dengan 1% saja (masih lebih beresiko melalui transfusi darah). Akan tetapi perlu diketahui bahwa lebih dari 90% penularan HIV / AIDS yang terjadi adalah karena hubungan sex yang tidak memakai pengaman, dan juga gonta-ganti pasangan sex (sex bebas).

Berhubungan sex melalui anal (lewat dubur) juga paling beresiko menularkan virus HIV, karena epitel mukosa pada anus relatif tipis sehingga lebih mudah terluka jika dibandingkan dengan epitel dinding vagina, sehingga virus HIV akan lebih mudah masuk ke dalam aliran darah. Dalam berhubungan sex secara vaginal, perempuan ternyata lebih besar resikonya daripada laki-laki, hal ini karena selaput lendir vagina pada permpuan cukup rapuh. Selain itu juga karena cairan sperma laki-laki akan menetap sangat lama di dalam vagina, jadi kesempatan virus HIV masuk ke aliran darah perempuan tersebut menjadi lebih tinggi. Virus HIV pada cairan vagina juga dapat masuk ke dalam aliran darah yakni melalui saluran kencing.

Perlu diketahui bahwa HIV tidak ditularkan melalui:
  • Makan atau minum bersama, atau join alat makan atau minum
  • Fasilitas umum misalnya telepon umum, WC umum, atau kolam renang.
  • Ciuman (tidak lagi sariawan), senggolan, atau pelukan.
  • Lewat gigitan nyamuk atau keringat

Cara Pencegahan HIV :

Program pencegahan atau penularan serta penyebaran virus HIV lebih dipusatkan pada pendidikan atau pemahaman terhadap masyarakat mengenai cara penularan HIV. Dengan begitu, masyarakat (terutama yang beresiko tinggi terkena HIV) dapat memahami dan mau merubah kebiasaan hidup mereka yang beresiko sehingga tidak mudah terjangkit virus HIV. Berikut adalah beberapa upaya yang bisa diterapkan untuk pencegahan HIV / AIDS :

1. Biasakan Diri dengan Perilaku Sex yang Sehat
Karena sebagian besar penularan virus HIV terjadi melalui hubungan seksual, oleh sebab itu, membiasakan diri dengan perilaku sex yang sehat sangatlah tepat untuk menjauhkan diri dari penularan virus HIV. Contohnya, jangan melakukan hubungan sex di luar nikah (bukan suami istri), tidak bergonti-ganti pasangan sex, dan juga selalu gunakan pengaman (kecuali suami istri) sewaktu melakukan aktivitas seksual.

2. Gunakan Jarum Suntik atau Alat Medis yang Steril
Para tenaga medis juga hendaknya memperhatikan semua alat-alat kesehatan yang akan digunakan. Jarum suntik yang akan digunakan harus terjamin akan sterilitasnya dan lebih baik jika hanya sekali pakai saja. Jadi, setiap kali menggunakan jarum suntik, tenaga medis tersebut harus menggunakan jarum suntik yang baru. Hal ini disarankan untuk mencegah penularan HIV lewat jarum suntik. Tidak hanya itu saja, penggunaan sarung tangan lateks pada saat kontak dengan cairan tubuh juga bisa memperkecil peluang tertular virus HIV.

3. Jauhi Segala Jenis Narkoba
Perlu disadari bahwa para pecandu atau pangguna narkoba sangatlah rentan tertular virus HIV, terutama pengguna narkoba yang menggunakan jarum suntik. Fakta menunjukkan jika penyebaran HIV di kalangan pemakai narkoba dengan bantuan jarum suntik 3-5 kali lebih cepat dibandingkan dengan perilaku resiko lainnya.
Baca Juga : Kenali Penyakit Stroke, Gejala Stroke, dan Cara Mencegah Stroke
4. Tidak Terima Transfusi Darah Yang positiv HIV
Pemeriksaan medis secara ketat pada setiap transfusi darah juga dapat mencegah penularan virus HIV. Sebelum transfusi darah dilakukan, para tenaga medis atau ahlinya sebaiknya melakukan tes HIV yang bertujuan untuk memastikan jika darah yang akan didonorkan adalah darah sehat dan bebas dari HIV.

5. Wanita Pengidap HIV Sebaiknya Untuk Tidak Hamil
Walaupun hamil merupakan hak setiap wanita, namun bagi para wanita pengidap HIV sebaiknya untuk tidak hamil. Alasannya adalah karena wanita hamil yang mengidap HIV dapat menularkan virus HIV tersebut kepada janin yang dikandungnya. Tetapi jika ingin hamil, sebaiknya untuk selalu berkonsultasi dengan dokter yang ahli.

Itulah informasi tentang cara penularan HIV / AIDS dan juga cara pencegahan HIV / AIDS, semoga informasinya dapat bermanfaat. Penting untuk memperdalam pengetahuan tentang virus HIV ini agar kita mudah menanganinya. Yang lebih penting adalah hindari perilaku-perilaku yang sangat beresiko terjangkit HIV dan utamakan hidup sehat.

Terimakasih telah membaca artikel berjudul Kenali Cara Penularan Dan Pencegahan HIV/AIDS. Jika Anda memiliki komentar, saran, kritik, atau tambahan, silahkan sampaikan di kolom komentar