Jumat, 28 April 2017

Kenali Cara Penularan Dan Pencegahan HIV/AIDS

Kenali Cara Penularan Dan Pencegahan HIV/AIDS

HIV adalah singkatan dari Human Immunodeficiency Virus,virus yang memperlemah kekebalan pada tubuh manusia. Orang yang terkena virus ini akan menjadi rentan terhadap infeksi oportunistik ataupun mudah terkena tumor. Meskipun penanganan yang telah ada dapat memperlambat laju perkembangan virus, namun penyakit ini belum benar-benar bisa disembuhkan.

HIV memang belum bisa disembuhkan, tapi ada pengobatan yang bisa digunakan untuk memperlambat perkembangan penyakit. Pengobatan ini juga akan membuat penderitanya hidup lebih lama, sehingga bisa menjalani hidup dengan normal.

Dengan diagnosis HIV dini dan penanganan yang efektif, pengidap HIV tidak akan berubah menjadi AIDS. AIDS adalah stadium akhir dari infeksi virus HIV. Pada tahap ini, kemampuan tubuh untuk melawan infeksi sudah hilang sepenuhnya.


Ciri-Ciri Atau Gejala Yang Timbul Jika Terjangkit HIV ;

Untuk mengetahui ciri-ciri terkena HIV, Anda sebaiknya mengetahui perbedaan HIV dengan AIDS. HIV adalah virus yang menjangkiti tubuh manusia. Infeksi HIV yang baru terjadi pada umumnya tidak menimbulkan gejala yang mengganggu kualitas hidup seseorang, dengan kata lain tidak membuat penderitanya berobat ke dokter atau rumah sakit. Virus HIV yang telah masuk ke dalam tubuh manusia mulai akan berkembang, bereplikasi dan perlahan melumpuhkan imunitas tubuh manusia.

Menurut data statistik, virus HIV membutuhkan waktu 10 tahun (waktu rata-rata)untuk mengambil alih fungsi pertahanan tubuh manusia. Saat inilah penderita jatuh ke dalam penyakit AIDS atau Acquired Immune Deficiency Syndrome dan di sinilah penyakit ini memberikan banyak gejala yang mengkhawatirkan penderitanya.


Berikut adalah ciri-ciri orang terkena HIV yang terjadi 3-6 minggu pasca infeksi virus yang umum terjadi ';
  • Demam
  • Nyeri tenggorokan dan batuk
  • Pembesaran kelenjar (di leher, selangkangan, ketiak atau bagian tubuh lainnya)
  • Nyeri kepala
  • Tulang dan otot yang nyeri dan pegal
  • Mudah lelah, letih dan lesu
  • Penurunan berat badan yang tidak terlalu besar
  • Menurunnya nafsu makan
  • Mual, muntah
  • Diare
  • Muncul ruam kemerahan pada kulit
  • Luka pada organ intim
  • Luka pada mulut (seperti sariawan)

Cara Penularan HIV ;

Untuk kebanyakan kasus HIV atau AIDS di Indonesia, penularan disebabkan karena penggunaan narkoba melalui jarum suntik yang tidak steril dan sex bebas tanpa pemakaian alat pengaman.Walaupun secara medis penyakit HIV atau AIDS belum diketahui secara pasti obat yang benar-benar bisa menyembuhkannya, namun memperlakukan secara bijak penderita AIDS di lingkungan sosial adalah hal yang dapat membantu psikologis penderita agar tidak semakin terpuruk.

Cara Penularan HIV Dari Berbagai Kasus ;
  • Melalui darah, misalnya: tranfusi darah, terkena darah HIV+ pada kulit yang terluka, jarum suntik, dsb.
  • Melalui cairan semen, air mani (sperma).Misalnya: seorang pria berhubungan badan dengan pasangannya tanpa menggunakan kondom atau pengaman lainya, oral sex, dsb.
  • Melalui cairan vagina pada wanita. Misalnya: wanita yang berhubungan badan tanpa pengaman, pinjam-menminjam alat bantu seks, oral sex, dsb.
  • Melalui air susu ibu (ASI). Misalnya: bayi meminum ASI dari wanita HIV+, pria meminum susu ASI pasangannya, dsb.
Dalam satu kali hubungan seks secara tidak aman dengan orang yang terinfeksi HIV dapat terjadi penularan. Walaupun secara statistik kemungkinan ini antara 0,1% hingga 1% (jauh dibawah risiko penularan HIV melalui transfusi darah) tetapi lebih dari 90% kasus penularan HIV/AIDS terjadi melalui hubungan seks yang tidak aman.

Hubungan seksual secara anal (lewat dubur) paling berisiko menularkan HIV, karena epitel mukosa anus relatif tipis dan lebih mudah terluka dibandingkan epitel dinding vagina, sehingga HIV lebih mudah masuk ke aliran darah. Dalam berhubungan seks vaginal, perempuan lebih besar risikonya daripada pria karena selaput lendir vagina cukup rapuh. Disamping itu karena cairan sperma akan menetap cukup lama di dalam vagina, kesempatan HIV masuk ke aliran darah menjadi lebih tinggi. HIV di cairan vagina atau darah tersebut, juga dapat masuk ke aliran darah melalui saluran kencing pasangannya.

HIV tidak ditularkan melalui :
  • Makan dan minum bersama, atau pemakaian alat makan minum bersama.
  • Pemakaian fasilitas umum bersama, seperti telepon umum, WC umum, dan kolam renang.
  • Ciuman, senggolan, pelukan dan kegiatan sehari-hari lainnya.
  • Lewat keringat, atau gigitan nyamuk

Cara Pencegahan HIV ;

Program pencegahan penularan dan penyebaran HIV lebih dipusatkan pada pendidikan masyarakat mengenai cara-cara penularan HIV. Dengan demikian, masyarakat (terutama kelompok perilaku resiko tinggi) dapat mengubah kebiasaan hidup mereka sehingga tidak mudah terjangkit HIV. Dan upaya-upaya yang dapat dilakukan untuk menghindari HIV/AIDS adalah sebagai berikut:

a. Membiasakan Diri dengan Perilaku Seks yang Sehat

Kenali Cara Penularan Dan Pencegahan HIV/AIDS
Sebagian besar penularan HIV terjadi melalui hubungan seksual.Oleh karena itu, membiasakan diri dengan perilaku seks yang sehat dapat menjauhkan diri dari penularan HIV. Misalnya, dengan tidak berhubungan seks di luar nikah, tidak berganti-ganti pasangan, dan menggunakan pengaman (terutama pada kelompok perilaku beresiko tinggi) sewaktu melakukan aktivitas seksual.




b. Menggunakan Jarum Suntik dan Alat-alat Medis yang Steril

Kenali Cara Penularan Dan Pencegahan HIV/AIDS
Para tenaga medis hendaknya memperhatikan alat-alat kesehatan yang mereka gunakan. Jarum suntik yang digunakan harus terjamin sterilitasnya dan sebaiknya hanya sekali pakai. Jadi, setiap kali menyuntik pasien, seorang tenaga medis harus memakai jarum suntik yang haru. Hal ini dimaksudkan untuk mencegah penularan HIV melalui jarum suntik. Selain itu, penggunaan sarung tangan lateks setiap kontak dengan cairan tubuh juga dapat memperkecil peluang penularan HIV.




c. Menjauhi Segala Bentuk Penggunaan Narkoba

Kenali Cara Penularan Dan Pencegahan HIV/AIDS
Para pangguna narkoba sangat rentan tertular HIV, terutama pengguna narkoba suntik. Fakta menunjukkan bahwa penyebaran HIV di kalangan pengguna narkoba suntik tiga sampai lima kali lebih cepat dibanding perilaku resiko lainnya.


d. Tidak Terima Transfusi Darah dari Orang yang Mengidap HIV

Kenali Cara Penularan Dan Pencegahan HIV/AIDS
Pemeriksaan medis yang ketat pada setiap transfusi darah dapat mencegah penularan HIV. Sebelum transfusi darah berlangsung, para ahli kesehatan sebaiknya melakukan tes HIV untuk memastikan bahwa darah yang akan didonorkan bebas dari HIV.







e. Menganjurkan Wanita Pengidap HIV untuk Tidak Hamil

Meskipun hamil adalah hak setiap wanita, namun bagi wanita pengidap HIV dianjurkan untuk tidak hamil. Sebab, wanita hamil pengidap HIV dapat menularkan virus kepada janin yang dikandungnya. Jika ingin hamil, sebaiknya mereka selalu berkonsultasi dengan dokter.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar