Jenis-Jenis Penyakit Mata Dan Gejala Yang Timbul

Jenis-Jenis Penyakit Mata Dan Gejala Yang Timbul

Mata adalah salah satu organ vital yang sangat sensitif, dan sangat berperan penting juga pada tubuh kita. Karena dengan mata, kita dapat melihat apa saja yang ada di alam yang indah ini. Bayangkan saja, andai kita tidak memiliki mata, maka apa jadinya kita ini. Apapun yang kita miliki tidak akan ada artinya. Rumah mewah, mobil bagus, istri/suami (cantik dan ganteng) tidak akan bermakna karena kita tidak dapat melihatnya. Untuk itu, kita sangat perlu memelihara kesehatan mata agar mata dapat terjaga dari berbagai serangan penyakit

Mungkin kita pernah merasakan mata terasa perih dan gatal, atau bisa juga seperti agak kabur ketika kita melihat? jika iya, maka kita perlu waspada akan hal itu. Jangan sampai mata kita terkena penyakit-penyakit berbahaya yang bisa mengganggu penglihatan.

Penyakit mata sangat beragam dan tidak semuanya dapat menular. Jika penyakit mata disebabkan virus atau bakteri maka bisa menular, sedangkan jika penyebabnya alergi tidak akan menular. Cara penanganan dan pencegahan macam-macam penyakit mata ini pun berbeda, tergantung penyebabnya.

Pada tulisan saya kali ini, saya akan share beberapa jenis penyakit mata serta gejala-gejala yang timbul dan juga cara mengatasinya.

1. Katarak
Katarak biasanya tumbuh secara perlahan dan tidak menyebabkan rasa sakit. Pada tahap awal kondisi ini hanya akan mempengaruhi sebagian kecil bagian dari lensa mata anda dan mungkin saja tidak akan mempengaruhi pandangan anda. Saat katarak tumbuh lebih besar maka noda putih akan mulai menutupi lensa mata dan mengganggu masuknya cahaya ke mata. Pada akhirnya pandangan mata anda akan kabur dan mengalami distorsi.

Gejala yang timbul ;
  • Sering mengganti kacamata atau lensa kontak karena ketidaknyamanan tersebut
  • Warna memudar atau cenderung menguning saat melihat
  • Pandangan ganda jika melihat dengan satu mata
  • Pandangan mata yang kabur, suram atau seperti ada bayangan awan atau asap
  • Sulit melihat pada malam hari
  • Sensitif pada cahaya
  • Terdapat lingkaran cahaya saat memandang sinar
  • Membutuhkan cahaya terang untuk membaca atau ketika beraktifitas
Cara mengatasinya ;
  • Lindungi mata anda dari pancaran sinar matahari
  • Menjaga kesehatan tubuh secara umum
  • Jangan merokok
  • Makan makanan dengan gizi seimbang

2. Rabun senja
Rabun senja atau atau dengan kata lain Nyctalopia yaitu keadaan dimana mata tidak mampu melihat dalam keadaan redup. Rabun senja kadang disebut rabun ayam karena keluhan sering dirasakan saat senja menjelang malam. Orang yang sedang melakukan pengobatan glaucoma juga bisa mengalami rabun senja karena efek samping dari obat-obatan glaucoma yang mengakibatkan pupil mengecil sehingga mata sulit menangkap sinar.

Rabun Senja juga sangat berbahaya apabila mengemudi di malam hari. Orang dengan rabun senja sering mengalami kesulitan untuk melihat bintang pada malam yang cerah atau berjalan melalui ruangan gelap.

Gejala yang timbul ;
Mengalami kesulitan yang konsisten dalam melihat di malam hari, tidak akan dapat melihat benda-benda dalam gelap yang mudah terlihat oleh orang lain, dan mata mungkin perlu lebih banyak waktu untuk menyesuaikan setelah pergi dari ruang yang terang benderang ke ruang gelap, seperti bioskop.

Cara Mencegahnya ;
Konsumsi vitamin A dapat mencegah kebutaan malam dan memperlambat perkembangan kondisi mata, seperti degenerasi makula, yang menyebabkan kebutaan malam. Mengenakan kacamata hitam pada siang hari dapat mencegah kerusakan mata.


3. Konjungtivitis (menular)
Konjungtivitis adalah penyakit mata yang disebabkan oleh infeksi menular pada konjungtiva. Konjungtiva yaitu selaput bening pada mata yang menutupi bagian mata berwarna putih serta permukaan mata dalam pada kelopak mata. Penyakit mata merah (konjungtivitis) disebabkan oleh bakteri atau virus, sehingga termasuk penyakit menular.

Penularan penyakit ini bisa melalui kontak langsung dengan penderita, misalnya tempat tidur bekas istirahat penderita mata merah kemudian kita tempati untuk tidur, sehingga secara tidak sengaja akan menularkan virus penyakit tersebut kepada orang kedua yang menempati kamar tidur tersebut. Atau bisa juga penularan terjadi melalui barang-barang bekas yang dipakai penderita penyakit mata merah (konjungtivitis) seperti handuk, kaca mata atau lainnya. Meski demikian, kontak mata atau mengobrol tidak akan menyebabkan terjadinya penularan seperti yang disangka sebagian orang. 

Gejala yang timbul ;
Penyakit mata merah (konjungtivitis) pada umumnya dimulai dengan gejala awal mata memerah serta terasa gatal dan bengkak. Meski tidak sakit, namun sangat mengganggu seperti terganjal oleh bulu mata atau oleh benda kecil atau partikel kecil dan rasanya sangat gatal. 

Selain itu, mata juga mengeluarkan cairan dari mata berwarna putih, kuning ataupun hijau serta bening. Penyakit mata merah (konjungtivitis) bisa saja hanya menyerang sebagian mata kanan saja atau bagian kiri saja. Tetapi biasanya konjungtivitis ini menyerang dua-duanya baik mata sebelah kanan maupun mata sebelah kiri dikarenakan infeksi menular.Penyakit mata merah (konjungtivitis) pada umumnya tidak akan berdampak pada penurunan ketajaman pada penglihatan seseorang.

Cara mengatasi mata merah (Konjungtivitis) ;
  • Gunakan obat tetes mata atau obat salep sesuai anjuran dokter.
  • Bersihkan tangan sebelum menggunakan obat salep atau obat tetes mata untuk menghindari iritasi yang lebih parah.
  • Bisa juga dengan dikompres pakai air hangat.
  • Karena konjungtivitis bisa menular, usahakan hindari atau pisahkan alat-alat yang digunakan agar tidak digunakan orang lain.

4. Miopi (Rabun Jauh)
Rabun jauh atau miopi ini berbeda halnya dengan rabun dekat, yaitu mata yang tidak dapat melihat sesuatu yang letaknya jauh. Hal ini disebabkan karena lensa mata tidak dapat memipih untuk memperkecil jarak fokusnya. Akibatnya, berkas cahaya dari objek di jauh tak berhingga terfokus dan membentuk bayangan di depan retina. Sehingga tidak dapat melihat objek yang letaknya terlalu jauh.

Sejauh ini penyebab pasti miopi belum diketahui,banyak dokter mata menduga bahwa miopi memiliki kaitan yang erat dengan kelelahan mata akibat dari penggunaan komputer dan hal-hal lain yang membutuhkan melihat fokus dalam jarak dekat misalnya membaca buku dalam waktu yang lama atau menggunakan smartphone, ditambah lagi dengan kecenderungan genetik untuk miopi.

Gejala yang timbul ;
Apabila seseorang mengalami rabun jauh, maka biasanya akan mengalami kesulitan membaca tanda-tanda jalan, tulisan-tulisan berjarak jauh dan kesulitan melihat benda-benda jauh dengan jelas, namun akan masih dapat melihat dengan jelas pada jarak dekat, misalnya membaca dan menggunakan komputer. 

Tanda dan gejala miopi lainnya termasuk menyipitkan mata saat melihat objek yang jauh, ketegangan mata dan sakit kepala. Perasaan lelah saat berkendara atau bermain olahraga juga bisa menjadi gejala dari rabun jauh yang tidak dikoreksi, misalnya tidak menggunakan kaca mata.

Cara mengatasi ;
Untuk mengatasi rabun jauh dapat dengan menggunakan lensa kontak kacamata dengan lensa sferis negative untuk mengembalikan penglihatan. Dapat juga dilakukan orthokeratologi atau terapi penglihatan (vision therapy).
Baca Juga : Cara Mengatasi Mata Merah Secara Alami
5. Presbiopi
Mata Presbiopi (Mata tua) merupakan mata normal ( emtrop ), tapi otot-otot lensa mata tidak dapat berkonstraksi dengan maksimal dikarenakan usia lanjut pada mata tua, titik dekat jauh dibanding dengan mata normal dan titik jatuhnya berada di tak terhingga. Jika tidak ditangani dengan benar, penyakit mata presbiopi ini bisa menimbulkan beberapa komplikasi seperti sakit kepala dan mata tegang.

Penyebab presbiopi atau mata tua adalah karena daya akomodasi lensa mata tak bekerja dengan baik akibatnya lensa mata tidak dapat menfokuskan cahaya ke titik kuning dengan tepat, sehingga mata tidak bisa melihat yang jauh maupun dekat. Daya akomodasi adalah kemampuan lensa mata untuk mencembung dan memipih. Presbiopi dapat diatasi dengan lensa ganda yang berisi lensa plus (+) dan minus (-).

Gejala yang timbul ;
  • Kelelahan mata atau sakit kepala setelah membaca atau melakukan pekerjaan dengan melihat objek yang dekat
  • Menyipitkan mata saat melihat objek dekat
  • Ketika membaca buku, berusaha menjauhkan buku sejauh lengan.
  • Membutuhkan pencahayaan terang ketika membaca atau melihat objek dekat
  • Kelelahan saat melakukan pekerjaan yang melibatkan penglihatan jarak dekat
Cara mengatasinya ;
Untuk mengatasi presbiopi adalah dengan menggunakan kacamata berlensa lengkap, yaitu bagian atas lensa cekung (-) dan bagian bawah cembung (+). penggunaan lensa ganda tersebut dimaksud untuk dapat membantu si penderita melihat benda yang dekat ataupun jauh.


6. Buta warna
Buta warna yaitu berkurangnya kualitas penglihatan terhadap warna yang umumnya diturunkan kepada anak dari orang tua sejak dilahirkan. Penderita buta warna cenderung mengalami kesulitan saat melihat warna merah, hijau, biru, atau campuran warna-warni.

Dalam banyak kasus, buta warna disebabkan oleh faktor genetik orang tua, namun bisa saja terjadi akibat efek samping dari sebuah pengobatan atau gangguan kesehatan yang telah ada sebelumnya.


Gejala yang timbul ;
Penderita buta warna mungkin hanya bisa melihat beberapa gradasi warna, sementara sebagian besar orang yang normal dapat melihat ratusan warna. Gejala lainnya, sebagian penderita buta warna tidak dapat membedakan antara warna merah dan hijau, namun bisa melihat warna biru dan kuning dengan mudah. Sebagian orang bahkan tidak menyadari bahwa mereka mengalami buta warna sebelum menjalani tes penglihatan warna.

Cara mengatasinya ;
Untuk mengatasi buta warna dapat dengan menggunakan kacamata atau soflents khusus. Namun sebelum itu ada baiknya dengan mencoba beberapa bahan alami seperti ; konsumsi buah-buahan, susu kambing dan susu sapi, bawang merah, dan lain-lain.


7. Dakrosistitis
Dakriosistitis merupakan suatu infeksi pada kantong air mata yang terletak di antara sudut bagian dalam kelopak mata dengan hidung. Dakriosistitis biasanya disebabkan oleh karena adanya blokade pada saluran yang mengalirkan air mata dari kantong air mata ke hidung sehingga duktus (saluran) yang terhalang menjadi terinfeksi. Dakriosistitis dapat berupa akut maupun kronik, dimana hal ini dapat dihubungkan dengan suatu malformasi pada duktus lakrimalis, luka, infeksi pada mata, maupun trauma

Pasien dengan hidung yang datar dan wajah sempit memiliki resiko lebih tinggi terkena Dakriosistitis karena sempitnya tulang kanal nasolakrimalis. Orang berkulit hitam lebih jarang terkena dakriosistitis dikarenakan ostium nasolakrimalisnya besar, selain itu lebih pendek dan lurus dibandingkan orang berkulit putih. Pada orang dewasa, perempuan lebih sering terkena dakriosistitis. Penelitian menunjukkan 70-83% kasus dakriosistitis terjadi pada perempuan. Frekuensi terjadinya dakriosistitis kongenital pada kedua jenis kelamin adalah sama. Umumnya dakriosistitis mengenai umur lebih dari 40 tahun, dan tertinggi pada usia 60-70 tahun

Gejala yang timbul ;
Biasanya, tanda-tanda awal dari dakriosistitis diperlihatkan pada hari berikutnya setelah infeksi telah merambah ke duktus nasolakrimalis.Gejalanya adalah perkembangan lebih buruk dari patologi. Bahaya terbesar terletak pada kenyataan bahwa jika proses purulen akan terjadi di sekitar langsung dari hidung, sinus, otak dan sistem visual, infeksi dapat dengan mudah menyebar ke mereka, menyebabkan perkembangan komplikasi serius.

Cara mengatasinya ;
Dengan melakukan terapi,tetapi terapi dakriosistitis pada anak-anak berbeda dengan orang dewasa. Pada anak, dilakukan masase (pijat) kantung air mata ke pangkal hidung. Bila perlu dapat diberikan antibiotik (amoksisilin/klavulanat, sefaklor); tetes mata (moksifloksasin 0,5% atau azitromisin 1%). Pilihan lain, diberi sulfonamid 4-5x/hari, ampisilin-sulbaktam, atau ceftazidime plus vancomycin.

Sementara pada orang dewasa, daerah yang terkena dikompres hangat sesering mungkin. Pilihan antibiotiknya: amoksisilin/sefalosporin. Nyeri-radang diatasi dengan analgesik (asetaminofen/ibuprofen). Bila dirawat di RS, dokter mata memberikan antibiotik iv (cefazoline tiap 8 jam). Pernanahan (abses) diatasi dengan insisi dan drainage.
Baca Juga : Cara Mengatasi Sakit Tenggorokan
8. Ablasio
Ablasio merupakan suatu keadaan lepasnya retina sensoris dari epitel pigmen retina (RIDE). keadaan ini merupakan masalah mata yang serius dan dapat terjadi pada usia berapapun, walaupun biasanya terjadi pada orang usia setengah baya atau lebih tua.

Ablasio dapat pula disebabkan oleh penyakit mata lain, seperti tumor, peradangan hebat, akibat trauma atau sebagai komplikasi dari diabetes. Bila tidak segera dilakukan tindakan, ablasio dapat menyebabkan cacat penglihatan atau kebutaan yang menetap.
Gejala yang timbul ;
  • Floater
  • Melihat seperti ada lapisan hitam yang menutupi sebagian atau seluruh pandangan
  • Hilangnya fungsi penglihatan (awalnya terjadi pada salah satu bagian dari lapang pandang, tetapi kemudian menyebar sejalan dengan perkembangan ablasio)
  • Gangguan penglihatan dan penglihatan menjadi kabur
  • Pengelihatan samar seperti terhalang tirai dan bergelomban
  • Adanya kilatan-kilatan
  • Seperti ada bintik-bintik hitam yang mengapung

Cara mengatasinya ;Jika mengalami gejala-gejala ablasio maka segera periksa ke dokter mata untuk diobati sedini mungkin. Jika berisiko terjadi ablasio maka sebaiknya periksakan mata secara teratur. Diperlukan waktu beberapa bulan untuk perbaikan tajam penglihatan tapi pada beberapa kasus tajam penglihatan tidak bisa kembali normal. Sayangnya, ada juga yang tidak bisa melihat lagi walaupun sudah diberikan pengobatan.

Kebanyakan kasus ablasio memerlukan tindakan operasi untuk merekatkan kembali retina pada tempatnya. Dokter mata akan menentukan cara yang tepat sesuai penyebab ablasio tersebut. Ada kemungkinan operasi dilakukan lebih dari satu kali.


9. Glaukoma
Penyebab glaukoma adalah karena saluran cairan yang keluar dari bola mata terhambat sehingga bola mata akan membesar dan bola mata akan menekan saraf mata yang berada di belakang bola mata yang akhirnya saraf mata tidak mendapatkan aliran darah sehingga saraf mata akan mati. Ada dua jenis glaukoma yang umum yakni sudut-tertutup dan sudut-terbuka. Keduanya kerap terjadi pada pria dan wanita berusia di atas 40 tahun.

Ada baiknya melakukan pemeriksaan mata secara teratur supaya bisa mengidentifikasi glaukoma sebelum terjadi kerusakan permanen pada saraf atau penglihatan. Pemeriksaan mata disarankan setiap empat tahun untuk seseorang di bawah usia 45 tahun, dan tahunan bagi orang yang lebih dari 50 tahun.

Gejala yang timbul;
  • Mual dan muntah merupakan efek yang umum dari masalah penglihatan, terutama yang berkaitan dengan kedua jenis glaukoma.
  • Waspada dengan gejala yang datang dan pergi tapi kronis. Seseorang yang menderita glaukoma sudut terbuka tak mengalami gejala sama sekali, tapi kemudian penglihatannya
  • Perhatikan sakit mata yang tiba-tiba atau sakit berat yang menyebabkan sensasi berdenyut pada satu atau kedua mata. Seringkali, nyeri itu dialami di kamar yang gelap atau di malam hari. Stres jug bisa mendorong gejala yang membuat orang salah melihatnya sebagai sakit kepala karena tegang.
  • Penglihatan kabur atau penglihatan menurun dari waktu ke waktu. Kadang-kdang, orang mengalami apa yang disebut dengan 'efek halo' di sekitar benda-benda tertentu, terutama pada lampu.
Solusinya ;
  • Untuk glaukoma sudut terbuka dan glaukoma sudut tertutup, olahraga dapat bermanfaat
  • Mencoba akupunktur sebagai teknik lain untuk mengatasi gejala glaukoma
  • Menjaga tingkat stres tetap rendah agar bisa mengurangi tekanan di mata
  • Mempertimbangkan menggunakan tetes mata untuk mengontrol glaukoma
  • Hindari minuman apa pun dengan kafein yang jumlahnya berlebihan
  • Latihan aerobik dan peregangan otot 

Penyebab Gangguan Mata Pada Umumnya ;
  • Sakit Mata Akibat Infeksi
  • Sakit Mata Akibat Debu
  • Sakit Mata Akibat Alergi
Ini beberapa langkah yang bisa dilakukan agar terhindar dari berbagai gangguan mata ;

  • Memperhatikan kebersihan dari kacamata atau lensa kontak yang digunakan.
  • Menghindari menyentuh mata setelah bepergian atau menyentuh barang-barang orang yang sakit mata.
  • Biasakan untuk selalu mencuci tangan terlebih dahulu atau menggunakan cairan pembersih tangan sebelum menyentuh mata.
  • Menghindari berbagi barang pribadi seperti handuk, kacamata, sapu tangan, perias mata atau lensa kontak dengan orang lain.
  • Sebaiknya tidak mengucek-ucek mata tanpa mencuci tangan terlebih dahulu untuk mencegah goresan mata dan infeksi dari kuman yang mungkin menempel di tangan, karena tangan tidak selalu berada dalam kondisi steril.
  • Menggunakan pelindung mata seperti kacamata jika berada di tempat-tempat yang berisiko tertular sakit mata atau jika sedang mengendarai sepeda motor agar tidak terkena debu atau angin yang dapat menyebabkan iritasi.

“Menulis buat saya dapat merangsang pemikiran, jadi tetaplah menulis dan lawan keterbatasan walau sedikit kemungkinan”.

Bagikan Artikel

Baca Artikel Terkait

Previous
Next Post »

Bagaimana Isi Artikel Ini..??