Penyebab Demam Berdarah Serta Cara Mengatasinya

No Comments
Penyebab Demam Berdarah Serta Cara Mengatasinya - Demam dengue atau yang dikenal secara umum oleh masyarakat Indonesia sebagai demam berdarah merupakan penyakit yang dapat membuat suhu tubuh penderita menjadi sangat tinggi dan pada umumnya disertai sakit kepala, nyeri sendi, otot, dan tulang, serta nyeri di bagian belakang mata.

Sebetulnya demam dengue dan demam berdarah merupakan dua kondisi yang berbeda, namun sebagian besar masyarakat Indonesia sudah terlanjur salah kaprah. Demam berdarah atau dengue hemorrhagic fever (DBD) merupakan komplikasi dari demam dengue (dengue fever) yang memburuk. Gejala DBD tergolong parah (meskipun pada fase ini panas tubuh mengalami penurunan) di antaranya adalah kerusakan pada pembuluh darah dan kelenjar getah bening, muntah-muntah yang disertai darah, keluarnya darah dari gusi dan hidung, napas terengah-engah, dan pembengkakan organ hati yang menyebabkan nyeri di sekitar perut.

Penyebab Demam Berdarah

Virus dengue adalah virus yang menjadi penyebab seseorang terkena demam berdrah. Virus ini awalnya menyelinap dalam tubuh kemudian hidup di sel yang menuju saluran pencernaan nyamuk. Sekitar 8 hari-10 hari berikutnya, virus akan menyebar ke kelenjar saliva nyamuk, tempat produksi saliva atau ludah atau air liur. Oleh karena itu, nyamuk yang menginfeksi seseorang dengan cara digigit sama saja dengan mengoper atau memindahkan virus dengue bersama air liur nyamuk ke dalam tubuh manusia.

Awalnya virus tidak membahayakan karena masih melawan sistem pertahanan tubuh dari bantuan sel darah putih. Lama kelamaan virus memproduksi kembali (atau memperbanyak diri) sehingga sistem kekebalan tubuh tidak kuat menahan serangan virus dengue, akibatnya virus berhasil masuk dan menyebar dalam jaringan tubuh.

Gejala Demam Berdarah

Untuk mengenali gejala demam berdarah yang ringan tidak mudah, karena banyak juga jenis infeksi virus (bukan dengue) yang gejala nya hampir sama, misalnya demam atau panas selama beberapa hari. Sementara infeksi berat dari virus dengue akan menimbulkan banyak sinyal dari tubuh yang terjadi secara tiba-tiba seperti sakit kepala, nyeri otot atau sendi, dan ruam kulit (bintik merah).

Pada fase awal, penderita akan mengalami demam yang bersuhu tinggi, panas badan mencapai 40 derajat Celsius atau 104 derajat Fahrenheit. Setelah itu penderita akan merasakan sakit kepala (febrile) yang berlangsung selama 2 sampai 7 hari. Pada fase febrile ini biasanya gejala yang dirasakan pasien disertai ruam pada kulit. Pada hari pertama atau kedua ruam akan terlihat kemerahan seperti kulit yang terkena panas. Selanjutnya (pada hari ke-4 sampai ke-7) ruam menyerupai campak.

Baca Juga : Cara Mengatasi Sakit Tenggorokan

Demam tinggi yang dirasakan oleh penderita akan mereda setelah memasuki fase kritis yang berlangsung selama hingga 2 hari. Pada fase ini, cairan dapat menumpuk di dada dan abdomen akibat terjadi kebocoran kecil pada pembuluh darah. Cairan tersebut akan terus keluar yang mengakibatkan berhentinya sirkulasi darah di dalam tubuh.

Saat fase penyembuhan, cairan yang keluar akibat kebocoran pembuluh darah akan masuk kembali ke dalam aliran darah. Pasien biasanya akan pulih secara berangsur pada tahap ini, kurang lebih 2 hingga 3 hari. Pada fase ini pula tak jarang penderita kehilangan kesadaran atau kejang akibat otak yang terpasok cairan berlebih. Ada pula yang merasakan gatal-gatal parah dan detak jantung yang lemah.

Obat Alami Demam Berdarah


1. Meniran
Penyebab Demam Berdarah Serta Cara Mengatasinya

Meski kecil-kecil, daun meniran sudah dikenal untuk obat oleh warga Indonesia. Senyawa yang ditemukan pada meniran antara lain adalah triterpenoid, flavoniod, tanin, alkaloid, dan asam fenolat. Rebusan airnya bisa mengobati banyak penyakit seperti penyakit hati, ginjal, kolik, sakit kelamin, sakit batuk, diare, hingga panas dalam.

2. Daun Pepaya
Penyebab Demam Berdarah Serta Cara Mengatasinya

Untuk mengatasi DBD lebih ampuh menggunakan daun pepaya jantan. Daun ini memiliki kandungan banyak enzim, termasuk papain, karpain, pseudokarpain, nikotin, kontinin, miosmin, dan glikosida karposid. Hasil penelitian bilang, papain pada daun pepaya memiliki efek terapi pada penderita inflamasi atau pembengkakan organ hati, mata, kelamin, dan usus halus.

3. Jambu Biji
Penyebab Demam Berdarah Serta Cara Mengatasinya

Ini paling populer mengatasi DBD. Daun jambu biji dan buahnya bersifat anti biotik yang bisa menyembuhkan diare, meningkatkan aktifitas enzim, dan hasil uji klinis menunjukkan bahwa pemberian ekstrak kering daun jambu biji selama 5 hari mempercepat pencapaian jumlah trombosit >100.000/µl, pemberian ekstrak kering setiap 4-6 jam meningkatkan jumlah trombosit >100.000/µl setelah 12-14 jam, tanpa menimbulkan efek samping yang berarti. Dengan demikian, ekstrak daun jambu biji dapat digunakan untuk pengobatan kuratif demam berdarah.

4.Kunyit
Penyebab Demam Berdarah Serta Cara Mengatasinya

Bumbu dapur berwarna kuning ini memang biangnya obat alami apa saja. Dalam rimpang kunyit mengandung minyak atsiri (turmeron, zingiberene) dan zat berkhasiat dari golongan kurkuminoid (kurkumin I, II, dan III). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kunyit memiliki aktivitas sebagai anti mikroba (berspektrum luas), antivirus HIV, anti oksidan, anti tumor (menginduksi apostosis), menghambat perkembangan sel tumor payudara, anti invasi sel kanker, anti reumatoid artritis (rheumatik), dan untuk mengobati penyakit pencernaan (tukak lambung).

Pencegahan Demam Berdarah

Berikut ini beberapa langkah pencegahan demam berdarah yang bisa Anda terapkan, di antaranya: 
  • Mensterilkan bagian dalam rumah Anda dengan menyemprotkan cairan pembasmi nyamuk
  • Membersihkan bak mandi dan menaburkan serbuk abate agar jentik-jentik nyamuk mati.
  • Menutup, membalik, atau jika perlu menyingkirkan media-media kecil penampung air lainnya yang ada di rumah Anda.
  • Memasang kawat antinyamuk di seluruh ventilasi rumah Anda.
  • Memasang kelambu di ranjang tidur Anda.
  • Memakai losion antinyamuk, terutama yang mengandung N-diethylmetatoluamide (DEET) yang terbukti efektif. Namun jangan gunakan produk ini pada bayi yang masih berusia di bawah dua tahun.
  • Mengenakan pakaian yang longgar yang bisa melindungi Anda dari gigitan nyamuk.
  • Melakukan gotong royong untuk membersihkan lingkungan
  • Mengadakan fogging untuk mensterilkan lingkungan dari nyamuk dan jentik-jentiknya.

Terimakasih telah membaca artikel berjudul Penyebab Demam Berdarah Serta Cara Mengatasinya. Jika Anda memiliki komentar, saran, kritik, atau tambahan, silahkan sampaikan di kolom komentar